Cara Pindah Tanam

Rabu, 10 Juni 2015

Pindah Tanam:
Bismillah...
Kali ini saya akan berbagi tentang cara pindah tanam cabe hias atau cabe unik.
cerita saya tanam ratusan benih cabe unik nich, ada sekitar 500 - 600, tiap jenis benih cabe hias saya tebar pada pot - pot kecil ukuran 15 cm yg berisi 30 - 50 benih, benih ini ada benih sortiran dari panen cabe hias tersebut, saya kira nggak tumbuh dech karena benih sortir kan mengambang dan fisiknya jelek...ehh Alhamdulillah malah sebagian besarnya tumbuh bagus2...saya jadi kwalahan untuk pindah tanamnya nich...

Langsung aja dech begini cara pindahnya...

1. Siapkan media tanam.
Saya pake media terdiri dari : Tanah, Sekam bakar, pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1
kemudian media tersebut saya basahi hinggap lembab, dengan air cucian beras atau B 1.
begini penampakannya :

2. Tempat Semai.
kali ini saya menggunakan tempat semai dari gelas bekas air mineral, disamping memanfaatkan barang bekas juga biar lebih irit dan praktis.
langkah selanjutnya lobangi bagian bawahnya kemudian isi tempat semai ini dengan media tanam sebayak 3/4 bagian.
ini fotonya :

3. Label
siapkan label yang nanti akan dipergunakan sebagai tanda nama tiap jenisnya, karena yang ditanam ada puluhan jenis cabe hias, label pun saya juga menggunakan bekas gelas minuman ale2 atau yg lain yang berwarna putih pada bagian dalamnya, kemudian potong2, kemudian ditulisi nama cabe hiasnya atau kodenya aja.
ini fotonya :

4. Bibit Cabe Hias
ini adalah bibit cabe hias hasil semai secara berjama'ah dalam 1 pot yang siap dipindah tanam, bibit ini sebetulnya telat dipindahkan harus daun 4 udah dipindah, karena kesibukkan kerja akhirnya daun 10 baru dipindah hehehe...

5. Rendam.
ya rendam pot dalam ember yang diberi air dengan campuran B1, kenapa direndam, ya supaya mudah untuk pemisahan media dengan potnya.

6. Ditekan,
Tekan seluruh bagian Pot yg telah direndam tadi, supaya ada celah antgara pot dan media tanam.

7. Keluarkan bibit.
Ambit bibit yang telah terpisah dengan pot, dengan cara membalik secara hati - hati.

8. Cuci akar.
Cuci akar sampai bersih, sekaligus pisahkan satu persatu secara hati - hati, supaya akarnya tidak putus, sebaiknya pemisahan akar juga didalam air tersebut.

9. telah dipisahkan

10. Potong Daun.

Gambar diatas adalah bibit yang belum dipotong daunnya, kenapa harus dipotong daunya ? supaya mengurangi penguapan dan supaya tanam tidak stres, potongan daunnya dan sisakan 2 atau 3 helai saja, sperti foto dibawah ini.

11. Pindah Tanam.
pindah bibit yang telah dikurangi daunnya tersebut ke tempat barunya.

12. Tata yang Rapi.
tata bibit yang telah dipindah tanam tadi serapi mungkin biar tidak berantaka, bisa juga ditata pada box seperti ini. kemudian taruh di tempat teduh samapi tanam segar dan sehat lagi.

13. Perawatan.
Perawatan awal pasca pindah tanam cukup disemprot aja dengan air yang di campur B1 tiap pagi atau kalo kering bisa pagi dan sore hari.

Rawatlah tanam dengan penuh kasih sayang, dan lihat apa yang tanam anda respon balik, pasti luar biasa,
selamat berkebun...
alhamdulillah...









Tips Berkebun

1. Insektisida Nabati:

INSEKTISIDA ALAMI ATAU PESTISIDA NABATI
Seperti halnya dengan manusia, tanaman juga akan mengalami sakit atau terserang hama maupun penyakit, bila kondisi fisiknya tidak baik. Dikarenakan adanya perubahan iklim /cuaca atau memang sejak awal menggunakan benih /bibit yang tidak baik jadi mudah terserang , bisa juga dari kondisi tanahnya, dan lain-lain.
Banyak kendala-kendala yang mempengaruhinya. Untuk mengatasinya tentu saja dapat menggunakan obat-obatan yang pilihannya banyak di pasaran. Tergantung dari tanamannya menderita apa dan kejelian serta kecerdasan kita untuk dapat memulihkan tanaman agar dapat sehat kembali.
Bila kita menghendaki hidup sehat dan ramah lingkungan ada pilihan atau opsi yang ditawarkan yaitu menggunakan “BAHAN-BAHAN ALAMI” untuk mengusir atau menghalau musuh-musuh alami yang menyerang tanaman , tanpa harus mematikannya, sehingga siklus EKOSISTEM masih tetap terjaga. Adapun bahan-bahan INSEKTISIDA ALAMI itu adalah sebagai berikut: Tembakau, Kenikir, Pandan, Kemangi, Cabe Rawit, Kunyit , Bawang Putih, Gadung , Sereh dan masih banyak lagi yang dapat di pakai sebagai bahan-bahan pembuat insektisida alami . Bila melihat bahan-bahan tersebut , semua ada di lingkungan kita, mudah di dapat dan murah, yang pasti juga aman karena tidak beracun.
Berikut Tabel yang menunjukan jenis tanaman yang dapat dipakai sebagai Insektisida Alami atau Pestisida Nabati :
JENIS TANAMAN PESTISIDA NABATI ATAU INSEKTISIDA ALAMI
KANDUNGANAN RACUN DAN JASAD SASARANNYA


Berikut “ RESEP “ pembuatan Insektisida Alami untuk menghilangkan hama kutu dan ulat pada tanaman.:
Bahan:
• Tembakau 100gr
• Kenikir 100gr
• Pandan 100gr
• Kemangi 100gr
• Cabe rawit 100gr
• Kunyit 100 gr
• Bawang Putih 100gr
• Aquadestilata 1 lt
• Decomposer BSA (mikro organisme pengurai) 1-2 cc
• Gula pasir 2 sendok makan.
Cara Pembuatan :
• Semua bahan di blender dan di tambah 1lt air suling
• Masukkan ke dalam botol yang steril
• Tambahkan gula pasir 2 sdm
• Tambahkan Decomposer BSA 1-2 cc
• Tutup dan biarkan 1 minggu supaya terjadi fermentasi
• Kemudian di saring.
• Siap dipergunakan
Pengaplikasian /dosis pemakaian:
• 60 cc untuk 1 lt air
• Disemprotkan ke tanaman yang terkena hama pada daun dan batangnya
• 1 minggu 1 kali
• Pencairan 1lt harus habis 1kali pemakaian.
Untuk tanaman padi, hama yang terkenal menyerang tanaman padi adalah HAMA KRESEK, HAMA PENGGEREK BATANG, HAMA WERENG. Masyarakat Paguyuban Petani Organik Purwakarta untuk mengatasi ini mereka membuat bakteri CORYNE BACTERIUM dengan cara merebus AIR KENTANG sebanyak 20 liter ditambah GULA dan DECOMPOSER BSA. Bakteri “ Coryne bacterium” dapat melawan “Xanthomonas campestris pv oryzae “ (bakteri penyebab penyakit kresek). Bakteri Coryne ini mempunyai sifat “Pathogen”, dapat menekan serangan , dan mengurangi kerusakan lebih dari 80%. Untuk menumpas hama penggerek batang yang diperlukan adalah bakteri Tryclogramma spp(agen hayati parasitoid). Dan untuk jamur tumbuhan di pakai bakteri Trychoderma sp. Sedangkan untuk menekan populasi hama wereng batang coklat laba-laba dan kumbang dibiarkan hidup untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Nah, itu tadi contoh Masyarakat Paguyuban Petani Organik Purwakarta dalam menangani masalah hama dan penyakit tanaman pada tanaman padi dengan menggunakan insektida alami ataupun pestisida nabati.
Mereka memperoleh keuntungan dari musim tanam ke musim tanam berikutnya :
1. Produksi padi yang terus meningkat bisa mencapai 7-8 ton /ha
2. Ongkos produksi yang menurun sekitar Rp1juta-Rp 2 juta/ha dibandingkan dengan pertanian anorganik yang mencapai Rp 3 juta – Rp 4 juta/ha.
3. Dapat tetap menjaga kualitas tanah , air dan lingkungan, karena mereka dapat menggantikan pupuk kimia dengan organik sebagai contoh: Urea, SP 36 dan NPK dapat diganti dengan jerami, pohon pisang , serbuk gergaji, sekam dan kotoran hewan. Untuk dosisnya tergantung dari kondisi tanahnya karena di dalamnya sudah ada kandungan Na, K, P dan S.


2. Pemberantas Semut:
Pemberantas semut, kutu pada tanaman.

Cabe rawit 1 ons ditumbuk ditambah air 1 Liter kmd direndam 1 hr 1 mlm, ditambah solar 2 sendok

Pemberantas kutu putih pada tanaman papaya.

3 siung bawang putih ditumbuk tambah air 10lt, tambah minyak cat 1 sendok, ditambah 2 sendok detergen.


3. Pemupukan Tabulampot:
Pupuk ditanam di sekeliling pinggiran pot dan lakukan penyiraman setiap selesai memupuk. Dosis pemupukan sebagai berikut:

Usia tanam 0-5 tahun, Urea 21 gr, TSP 104 gr dan KCl 16 gr.
Usia tanam 5 tahun lebih, Urea 170 gr, TSP 132 gr dan KCl 162 gr.

Sebagai tambahan dapat diberikan pupuk daun seperti Gandasil D (untuk pertumbuhan vegetatif) dan Gandasil B (untuk pertumbuhan generatif) setiap minggu dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.
Penggemburan tanah dilakukan untuk mempermudah tanaman menyerap oksigen dari dalam tanah. Penggemburan dilakukan apabila media tanam sudah mengeras dan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
Pengendalian hama, penyakit dan gulma paling praktis dilakukan dengan cara fisik, yaitu membuangnya dengan tangan atau alat lain.

Setiap 3-5 tahun sekali sebaiknya dilakukan pergantian media tanam. Potonglah sekitar 5 cm media tanam beserta akar tanaman di sekeliling dan bagian bawah media tanam dengan pelan, kemudian tanam kembali dengan menambahkan media tanam yang baru. Setiap pemotongan akar harus diimbangi dengan pengurangan daun, agar seimbang, kalau tidak tanaman akan secara alami melayukan dan menggugurkan daunnya. Pergantian pot juga dilakukan apabila ukuran pot sudah tidak mencukupi (kekecilan) atau pot sudah rusak. Sekian, selamat Berkebun.

Labu Botol / Kendi

Rabu, 03 Juni 2015

Labu Botol, Labu Kendi

Labu yang sangat terkenal ini bernama labu kendi, labu unik ini dikenal sebagai tempat minumnya pendekar dewa mabuk, labu ini saat mudanya berwarna hijau dan enak disayur, dan ketika dikeringkan berubah menjadi coklat. Setelah kering bisa dibuat berbagai hias : lampu hias, tempat minum, souvenir dll.

Sa'at ini kami menyediakan benihnya buat anda, Harga 10rb / 10 biji, Pack Alumunium Foil
Minat silahkan Sms / wa ke 085727067868
pin  5B2469B6

yang butuh labunya juga bisa ..foto seperti dibawah ini
Harga 55rb / buah ( utuh dengan biji - bijinya ), stock 7 buah...
yg kering harga 25rb ( kosong tanpa biji ), stock 2 buah..

Selamat Berkebun...

Buah Unik Kiwano ( melon bertanduk )